Senin, 09 Desember 2013

Pengalaman Pertama Dengan Istri Paman


Perkenalkan aku Bobby. Aku sekarang sudah punya istri dan punya dua anak senang rasanya.Jujur saja, ketika pertama membuka situs ini, geli rasanya hati ini was-was. Bingun Pertama kali aku sempat heran, kenapa kok banyak orang yang rela membuka-buka “aib” sendiri dihadapan public seperti di situs-situs Cerita Dewasa lain nya. Akan Tetapi keherananku seperti terjawab dengan senkenannya. Peduli setan ahh, pikirku saat ini. Kemudian hati ini, lama-kelamaan akhirnya muncul juga keinginan untuk turut bagi-bagi pengalaman tentang dunia seks yang ternyata cukup luas, unik, menarik, seronok, dan bahkan sering menjijikkan dan tidak masuk akal.

Pengalaman Pertama aku mengenal seks adalah saat aku duduk di kelas dua smp.Dan Waktu itu aku tinggal bersama paman di kota tak perlu di sebut daerah nya, sedangkan keluargaku tinggal di kota bukan sekarang. Sangant Beda dengan saat tinggal bersama keluargaku, di rumah paman ini aku relative bebas bergerak sesukaku, apalagi pamanku yang anggota TNI sering tidak berada dirumah sementara istrinya, Bi Supi, tidak berani melarangku.

Kemudian Salah satu hobi beratku waktu itu adalah melototin TV sampai larut malam sekali.Dan suatu saat, ada sebuah film menarik yang sedang aku tonton, yang ternyata juga sempat membuat Bi Supi betah menontonnya hingga larut malam juga. Eittt.. bayangin itu aku hanya berdua dengan Bi Supi saja lo.... ketika sesekali Bi Supi berkomentar, aku langsung menyahut sekenanya saja.ini yang paling seru Sampai suatu saat ada adegan yang agak porno dan panas, tiba-tiba Bi Supi nyeletuk: “Heh, yang ini kamu gak boleh lihat, masih kecil!” katanya sambil matanya tetap melotot ke layar TV( enak aja ge kan juga ngerti yang kek gituan) dalam hati berkata.

Otak ini di pengaruhi setan mana, Tanpa pikir panjang dan tanpa sadar bahwa Bi Supi adalah istri pamanku sendiri, waktu itu aku menyahut dengan nada agak kurang ajar. “Udah di sunat kok Bi, tinggal nyoba pakeknya yang belum,”. Kataku tampa perasaan bersalah.

Beh...Mungkin karena merasa risih atau sungkan, waktu itu Bi Supi hanya diam dan tidak langsung menanggapi celoteh kurang ajar ku.Dan Entah kenapa, waktu itu aku seperti sengaja memancing agar Bi Supi mau ngomong yang jorok-jorok lagi. akupun terus berceloteh sesukaku. Dan tiba-tiba Bi Supi membuka mulutnya kembali dan berceloteh.

“Emang kamu ngerti yang gituan?(etttttt dahhh.....)”
“Ngerti dong. Wong nggak sulit kok!( selepe diaaaa...)”
“Kalau ngerti ya udah!” katanya sambil melirik ke arahku (cuma gitu aja gumam ku dalam hati).

Setelah beberapa saat kami saling terdiam, lalu aku coba membuka pembicaraan lagi nya. Dan kali ini aku sengaja ngak segan-segan lagi lebih mengarah ke arah yang porno.

“Bi, katanya kalau pertama begituan rasanya sakit yah? (kata siapa?)”
“Nggak tahu!( pura-pura padahal enak asu..)”
“Lho, waktu pertama dulu Bibi merasa gimana?( mau tau aja sialan neh...)”
“Lupa!( lupa apa ngak mau cerita? )”
“Kalau udah sering gituan, enak ya Bi?( jelas donk..goblok)”
“Ahh kamu mau tahu aja! (gile sudah tau nanya loe)”
“Ya emang pingin tahu, Bi!( sabar tar juga indah pada waktu nya)” kataku sambil menahan nafas yang terasa mulai menyesakkan dada dan di bawah. wuusssss.. Dan sejurus kemudian, istri paman yang masih terlihat cantik dengan tubuh yang padat berisi itu tiba-tiba menatapku tajam serem dah... wkwkwk..Aku yang waktu itu masih kuper, hanya bisa membalasnya dengan senyum kecut, karena takut kalau-kalau dia marah dan melaporkan kelakuanku kepada paman ku tercinta. Akan Tetapi, entah setan mana yang tiba-tiba datang dan sengaja menebar godaan, hingga tiba-tiba aku memberanikan diri mendekat kearah sofa tempat duduk Bi Supi duduk.

Dewa asmara Seperti sengaja memberiku kesempatan, waktu itu Bi Supi hanya diam saja ketika tangannya aku pegang-pegang wuihhh....Muachhh... Dan aku yang mulai tak terkendali, terasa semakin berani melangkah lebih jauh kemana?.dia berkata “Jangan Bob! Aku ini Bibimu!,” rintihnya ketika tanganku mulai menelusup masuk kebalik baju dasternya yang longgar toket nya lembek cuy....

“Bi, ayo Bi. Aku ingin sekali merasakan!” rengekku seperti bayi mau minta susu.
asikkk... Ouuw, tanpa banyak ba-bi-bu lagi, tangan Bi Supi langsung meraih selangkanganku, meremas kemaluanku dengan lembut sambil matanya sedikit terpejam melek.Kemudian aku balas dengan meremas buah dadanya yang masih kenyal dan menggemaskan seperti agar-agae cap swalow...  setelah aku berhasil melucuti daster Bi Supi, ganti dia yang dengan cekatan menarik resluiting celanaku, lalu menariknya hingga aku telangjang bulat tampa busana.

Aksi Bi Supi langsung jongkok di hadapanku seperti berlutu minta ampun. Semenit kemudian dengan lahapnya dia melumat kemaluanku sampai seluruh bagian diselangkanganku enak mamen. Dengan Pasrah Aku hanya bisa merem-melek dibuat oleh nya.akkkkhhh... “Ouuhhg, terus Bi, terusss Bi.!” Kataku seperti melayang-layang terbuai kenikmatan ke langit ke tujuh.
Saat dia puas melumat alat vitalku alians kontol ku, Bi Supi lalu berdiri persis dihadapanku sambil menyorongkan vaginanya alias tempek atau memek atau cibai  ke mukaku.Dengan perasaan Tanpa merasa jijik, akupun menjilati lobang vagina Bi Supi yang sudah mulai basah oleh minyak wijen dari dalam tempek. ahhhhkk.. celoteh nya... “Oughh Bob, teruss Bob.. terussss,.. achhhh,!” celotehnya sambil terus menekan-nekan vaginanya ke arah mulutku…sampe susah bernafas ane om...

Celoteh nya makin tidak karuan “Teruss Bob, bibi hampirrrr, ooughh…!” erangnya sambil mendekapkan kepalaku kearah selangkangannya saat nya.waktu  tiba-tiba Bi Supi menorongku hingga aku rebah di Sofa empuk.dia naik ke atas Lalu dia menindihku, sementara tangan kirinya menuntun kemaluanku ke lobang cibai nya.ahhkkk ukkk... “OOuuugghhh… SSsttttss!!” rintihnya ketika kemaluanku sudah terjepit di selangkangannya masuk ke lobang tempek.aksi Bi Supi yang nampak mulai hilang kesadarannya itu, mulai menggoyangkan tubuhnya yang mantap.Kemudian Matanya terpejam, sedangkan dari bibirnya terus mendesis seperti ular kobra yang hendak mematukkan bisanya ahh...kk..... “OOOuuuugghhhhhh…….Aku kellluuuaarrrr BBoooobb,!!” Jeritnya nikmat yang tertahan, sementara tanganya mendekapku erat-erat seperti lagu balon ku ada lima. asik mak cus Lalu dia menggolosoh di sampingku alian lunglai.

wkkwkw...“Bi, aku belummm,!” bisikku ketelinganya wkwkwk.
Lalu, Bibi menarikku keatas tubuhnya yang sudah basah oleh keringat cinta.sesat Sambil tetap memejamkan matanya, Bi Supi meraih kemaluanku dan menuntunnya masuk ke lobang memeknya yang sudah basah kuyup seperti habis hujan lebat.come on... “Ayo Bob,.. “ katanya lirih… Dan, “OOuugghhh,… SSsttssss, achhhhhh,.. Biiii,!!”.. ahhkk........ohhhhkkkk...mani ku pun muncrat dengan deras setelah lima belas menit lamanya aku menggesek-gesekkan kemaluanku dalam lobang cibai nya..….

Dan sekata kejadian malam itu, aku merasa seperti orang yang ditakdirkan menjadi keponakan yang paling kurang ajar terhadap pamannya. Sebab, hampir setiap saat ketika paman tidak ada dirumah, akulah yang menggantikan paman untuk memuaskan nafsu birahi bibiku. Dan kapanpun bibi mau, di kamar, di rang tamu, di dapur ataupun di kamar mandi, aku selalu dapat memuaskan nafsu bibiku…..


0 komentar:

Posting Komentar

◄ Newer Post Older Post ►